Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2014

HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINTS

Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis

Adalah pendekatan pencegahan secara sistematis untuk keamanan makanan dari bahaya biologis, fisik dan kimia didalam proses produksi yang dapat mengakibatkan produk makanan siap saji mejadi tidak aman, dan disain ukuran batas-batas untuk mengurangi resiko-resiko hingga pada batas aman. Dengan demkian maka dapat disimpulkan bahwa HACCP dibuat untuk mencegah bahaya mulai dari mana bahan makanan berasal, penanganan hingga ke dapur pengolahan, penanganan proses makanan, pengemasan, penyimpanan, persiapan sebelum penyajian hingga makanan tersaji. Setiap bahan makanan memiliki aturan keamanan sendiri, demikian pula setiap menu makanan memiliki aturan keamanan yang lebih rumit daripada untuk setiap jenis bahan makanan disebabkan didalam satu menu terdapat lebih dari satu jenis bahan makanan. Perlu diingat bahwa bahaya di dalam bahan makanan bukan hanya berasal dari bahan makanan itu sendiri tetapi juga dari luar dikarenakan proses penanaman, penyimpanan maupun transportasi yang sebagian besar melibatkan bahan kimia, fisik dan biologis yang kadarnya harus dikurangi hingga level aman sebelum tersaji. Perlu juga diingat bahwasanya terdapat beberapa jenis makanan memerlukan perlakuan khusus dikarenakan sifatnya yang dapat menjadi bahaya saat pengolahan, atau pemanasan.

Untuk disain HACCP menu makanan silahkan lakukan pencarian di GOOGLE.COM atau silahkan buat request di kotak komentar disertai alamat e-mail

Kamis, 13 Januari 2011

TUGAS MATA KULIAH EPIDEMIOLOGI KESEHATAN LINGKUNGAN
“ANALISIS ARTIKEL PENYAKIT VECTOR BORNE DESEASE TERHADAP INTERFACE
SERTA UPAYA PENGENDALIANNYA”
Oleh:
DADANG SUDIRMAN
NPM. 091510171
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK
2011

Malaria merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh protozoa parasit dari golongan plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk anopheles. Di dalam sebuah studi epidemiologi kesehatan lingkungan dikenal bahwa penyebaran penyakit menular dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu host, agent, dan lingkungan yang disebut sebagai segitiga epidemiologi.

Lingkungan merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi status kesehatan manusia sebagai host. Di lingkungan tersebut apabila ada relung (niche) yang diisi oleh vector, yang dalam hal ini adalah nyamuk anopheles, maka manusia yang berada di lingkungan tersebut memiliki resiko untuk tertular oleh penyakit malaria. Keberadaan niche yang diisi oleh vector nyamuk anopheles apabila terdapat interface di lingkungan tersebut, berupa genangan air, rawa, dan tumbuhan yang tumbuh rapat seperti di perkebunan dan hutan primer, maka lingkungan tersebut akan menjadi daerah endemic malaria.

Pemberantasan malaria telah diupayakan sejak pertama kali malaria muncul di muka bumi. Berbagai upaya dilakukan mulai dari ilmu perdukunan hingga kedokteran modern dilakukan untuk dapat memerangi penyakit malaria, bahkan telah banyak ilmuwan yang melakukan penelitian mengenai nyamuk penyebar malaria, anopheles. Namun pemberantasan vector penyebar malaria tidak semudah yang diharapkan, banyak sekali kendala terutama partisipasi semua pihak dalam penggalangan tenaga, biaya, dan material yang diperlukan dalam pemberantasan vector penyebar malaria. Alih-alih membantu pemberantasan vector, ilmuwan lebih tertarik kepada sang vector untuk meneliti, apakah yang akan terjadi jika gen nyamuk dimodifikasi, atau dilakukan perlakuan yang lainnya untuk mendapatkan kembali kucuran dana dari hasil penjualan ke industri perfileman dan majalah “Nature” atau “Science”.

Pada awal masa kemunculan wabah malaria di Australia, para ilmuwan dan ahli epidemiologi mengerahkan semua sumberdaya yang ada untuk memburu nyamuk sampai ke rawa-rawa sarang nyamuk berkembang biak sambil melakukan pengobatan kepada penderita malaria. Hasilnya adalah penurunan kejadian malaria yang sangat signifikan. Namun, sekarang giliran benua Afrika yang mengalami kejadian malaria yang luar biasa, dimana 90% kasus malaria dunia terjadi di sana, dunia malah menutup “dompet” dan meminta mereka tidur di bawah kelambu jika tidak ingin terjangkit malaria. Jika saja perlakuan pemberantasan nyamuk seperti yang pernah dilakukan di Australia dilaksanakan di semua daerah endemic malaria, maka malaria akan lebih mudah dikendalikan.

Di Indonesia sendiri, pemberantasan nyamuk vector malaria dengan cara penyemprotan racun serangga DDT dan dieldrin secara besar-besaran pernah dilaksanakan dengan metode indoor residual spraying. Hasilnya sangat baik namun terpaksa dihentikan dikarenakan kekacauan politik setelah Indonesia diumumkan bebas malaria oleh presiden Soekarno kala itu.

Namun, kelemahan dari gerakan ini adalah perlunya dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat, serta dana yang sangat besar mengingat wilayah breeding place vector ini tersebar sangat luas.

Kebutuhan sumber daya yang sangat besar merupakan kendala terbesar dalam pemberantasan vector penyebar malaria, namun bukan berarti malaria tidak dapat dikendalikan. Keberadaan interface di lingkungan merupakan kunci utama pengendalian malaria. Interface merupakan tempat dimana vector dapat beristirahat dan berkembangbiak hingga memampukan vector menjangkau kediaman manusia dan menyebarkan agent penyakit malaria yang dibawa olehnya. Dengan mengetahui interface tersebut, maka pengendalian malaria dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan terhadap interface tersebut.

Interface nyamuk anopheles penyebar plasmodium, seperti yang telah kita ketahui adalah genangan air, termasuk empang dan kolam. Dalam pengendalian nyamuk anopheles, dapat digunakan pendekatan pemberantasan menggunakan predator alami seperti ikan dan katak. Untuk memampukan katak menjangkau tengah empang dapat diberikan tanaman teratai sebagai tempat katak berpijak dan beristirahat. Untuk menghindari gigitan nyamuk, maka dianjurkan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah di malam hari, atau menggunakan repelan jika harus keluar rumah. Repelan juga disarankan untuk digunakan bila masyarakat memasuki area interface seperti hutan atau kebun yang rimbun dan banyak tampungan genangan airnya. Pada skala lebih besar, dapat dilakukan penggelontoran air ke genangan-genangan air sehingga larva nyamuk hanyut terbawa air sebelum bermetamorfosis menjadi nyamuk dewasa.

Sumber artikel:
http://artikel-info-kesehatan.blogspot.com/2009/11/penyakit-malaria.html
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/category/tags-bahasa-indonesia/malaria

Selasa, 17 Agustus 2010

Lengkapi Harimu dengan Madu

Berikut adalah pengetahuan awal mengenai madu: digunakan pada masa mesir kuno untuk pembalseman dan membalut luka iris dan luka bakar; Hippocrates menggunakannya untuk merawat kelainan kulit; tentara Romawi membersihkan luka perang dengan ini - para dokter juga melakukan hal yang sama selama perang dunia 1.

Madu – substansi kental yang dibuat oleh lebah dari nectar bunga-bunga – tidak hanya memaniskan teh anda di pagi hari. Tidak, madu telah sejak lama dikenal sebagai kekuatan pengobatan tradisional yang telah diperkuat oleh penelitian modern.

Penyembuh Alami

  • Penggunaan madu untuk merawat luka merupakan praktek yang sudah sangat kuno. Saat ilmuwan melakukan 22 percobaan terhadap 2.062 pasien dengan madu sebagai pembalut luka, didapatkan manfaat sebagai berikut:
  • Sifat anti bakteri dari madu membersihkan infeksi dan melindungi luka dari infeksi lanjut
  • Luka terdebridemen dan tidak berbau busuk
  • Efek anti radang yang dimiliki madu mereduksi pembengkakan dan bekas parut
  • Madu menstimulasi pertumbuhan sel-sel jaringan epitel dan granulasi menjadi lebih cepat

Madu berfungsi sebagai anti mikroba alami dengan cara melapisi luka dan memotong suplai air dan nitrogen. Ini efektif membatasi pertumbuhan bakteri dan pembentukan hydrogen peroxide alami – yang memajukan penyembuhan dan mengurangi bekas parut.

Keadaan Ilmu Kedokteran

Banyak penelitian menegaskan keefektifan madu sebagai bahan pengobatan. Para peneliti di New Zealand menemukan bahwa “madu membunuh 100 strain berbeda dari virus-virus tahan antibiotic”. Dalam sebuah studi kasus mengenai luka bakar di India, 52 pasien dirawat dengan madu sementara 52 pasien lainnya dirawat dengan silver sulfadiazine, yaitu obat standar pada perawatan luka bakar. 87% dari pasien yang dirawat dengan madu mencapai kesembuhan dalam 15 hari, berbanding dengan tingkat kesembuhan yang dicapai dalam waktu yang sama dengan silver sulfadiazine yang Cuma 10%.

Tercatat bahwa madu telah digunakan sebagai obat oleh rakyat dan merupakan budaya di seluruh dunia, Ian Paul, seorang dokter anak di Universitas Rumah Sakit Anak Negeri Pennsylvania, berpikiran ini adalah percobaan berharga. Paul dan mahasiswanya mendisain sebuah studi pada 105 anak-aak yang sakit batuk dan pilek. Anak-anak tersebut dikelompokkan menjadi tiga grup. Saat menjelang waktu tidur, satu grup diberikan obat batuk dextromethorphan dengan rasa madu. Grup kedua diberikan sirup madu. Grup ketiga tidak diberikan perawatan. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang meminum dua sendok teh sirup madu batuknya lebih jarang dan tidur lebih nyenyak dari yang lainnya. (Orang tua mereka tidur lebih nyenyak juga)

Balutan Terbuat dari Madu

Giliran teknologi modern yang datang dengan perban yang dipenuhi dengan - anda sudah bisa mengira - madu. Comvita, sebuah perusahaan produk kesehatan alami di New Zealand, memproduksi pembalut luka berteknologi tinggi yang dikembangkan oleh seorang ahli biokimia Peter Molan untuk kegunaan komersial. Mereka mendisain, mengupayakan dapat memisahkan sifat lengket dari madu. "Ini seperti sebuah lembaran karet", kata Molan, "Anda bisa menyentuhnya tanpa merasakan lengket sama sekali".

Perban-perban digunakan untuk semua jenis luka dari luka bakar sampai staph-infection hingga lesi pada kanker. Kebanyakan pasien merasa senang dengan pembalut madu seperti yang mereka temukan tak hanya sangat menyenangkan, tapi juga merupakan perawatan yang paling efektif.

Lalu kenapa tidak belajar dari sejarah yang ada dan ambil madu bila lain kali Anda memerlukan untuk meringankan radang tenggorokan atau iritasi kulit ringan. *Tapi tolong diwaspadai bahwa madu jangan pernah diberikan kepada anak berusia satu tahun atau lebih muda. Bayi baru lahir belum memiliki saluran pencernaan yang matang untuk spora baktri botulinum yang bisa saja ada di dalam madu. Setelah satu tahun, imunitas anak telah terbangun untuk menangani racun-racun yang ada pada madu.

Untuk kebiasaan kesehatan Anda sendiri, selalu berkonsultasi kepada petugas kesehatan pribadi Anda sebelum memutuskan untuk merubah pola makan, latihan fisik atau supplement makanan.

Sampai nanti.

Sumber:

1. "Healing With Honey", riverdeep.net, 5/13/02
2. "Healing Honey: The Sweet Evidence Revealed", ScienceDaily, April 7, 2006
3. "Healing With Honey", riverdeep.net, 5/13/02
4. "Healing With Honey", riverdeep.net, 5/13/02
5. "Healing With Honey", riverdeep.net, 5/13/02
6. Sohn, Emily, "Healing Honey", Science News For Kids, Feb 6, 2008
7. Knox, Angie, "Harnessing Honey's Healing Power", BBC News, June 8, 2004
8. Knox, Angie, "Harnessing Honey's Healing Power", BBC News, June 8, 2004

Sebenarnya ada beberapa paragraf yang hilang karena tidak sengaja terhapus oleh anak saya yang sedang belajar mengenal huruf dan angka. Namun saya sangat menyarankan kepada Anda untuk bisa membaca artikel asli dan ribuan artikel menarik lainnya dari:
readbud - get paid to read and rate articles
Untuk mendapatkan artikelnya Anda harus mendaftar terlebih dahulu. GRATIS!!!

Minggu, 15 Agustus 2010

Mencagah Gigitan Nyamuk

Apakah Anda pernah menghadapi kondisi dimana pada suatu malam Anda kehabisan racun nyamuk? Mana hujan sedang deras-derasnya. Pasti yang kebayang nggak bakalan bisa tidur nyenyak karena digigit nyamuk.

Ada loh alternatif lain selain racun nyamuk. Lebih aman. Suerr.

Cobain ya, ini juga sebenarnya saya temukan secara tidak sengaja waktu saya mencoba menangani cegukan pada anak saya yang biasanya saya oleskan dengan cincangan bawang merah yang diseduh air hangat bersama sedikit garam. Alhamdulillah cegukan anak saya hilang, dan ternyata efek bawaannya adalah anak saya tidur pulas tanpa ada nyamuk yang berani mendekatinya..

Cobain ya? Kalo udah coba langsung kasih comment ke blog ini. Sekalian mau dibuat penelitian. Makasih sebelumnya

Sabtu, 14 Agustus 2010

Mengatasi Cegukan Pada Balita

Orang tua sering dibingungkan dengan datangnya cegukan pada balita mereka. Beragam cara pun ditempuh mulai dari disuruh banyak minum sampai ditempelin ujung kain, toh belum hilang juga cegukannya.

Nah, saya punya pengalaman nih kalo anak saya cegukan. Cincang bawang merah, tambahkan sedikit garam dan seduh dengan sedikit air hangat, remas-remas. Oleskan ke seluruh tubuh sambil diurut lembut. Pada daerah perut arah urutnya dari atas ke bawah.

Sebenarnya sih nggak sengaja, dan saya sempat ragu. Tapi kali berikutnya anak saya cegukan dan saya usap dengan racikan tersebut, ternyata sembuh juga. Berarti ada manfaatnya bawang merah terhadap cegukan pada balita.

Silahkan dicoba, trus kasih comment ke blog ini. Kita teliti sama-sama

Senin, 09 Agustus 2010

CARA SEHAT MENURUNKAN BERAT BADAN

BAGAIMANA MENINGKATKAN METABOLISME

Jika anda bisa meningkatkan metabolisme tubuh, anda dapat mengurangi berat badan tanpa latihan gerak tubuh. Ada cara yang dapat mengontrol metabolisme anda sehingga anda bisa mendapatkan penurunan berat tubuh. Tingkat metabolisme adalah seberapa banyak kalori yang tubuh anda bakar dalam periode waktu tertentu. Ada dua tipe metabolisme yang dapat mempengaruhi anda.

Tingkat metabolisme basal, adalah seberapa cepat tubuh membakar kalori pada saat istirahat, hanya melakukan aktifitas normal, termasuk tidur. Tingkat metabolisme ini bisa jadi lebih penting daripada tingkat pembakaran kalori yang dilakukan dengan latihan gerak tubuh karena anda akan lebih banyak menghabiskan waktu beristirahat.

Tingkat metabolisme saat beristirahat, berbeda pada setiap orangnya dan dapat berubah-ubah setiap waktu pada orang yang sama. Mungkin anda salah satunya atau anda mengetahui siapa orangnya yang mengatakan bahwa dirinya mampu makan apapun tetapi tidak bertambah berat badannya karena mereka mampu menjaga perubahan tersebut. Anda menginginkan bentuk tubuh yang bagus sehingga anda akan berusaha membakar kalori yang telah anda masukkan sebelumnya dengan latihan fisik setiap hari.

Tidak ada rahasia apapun, dalam hal menurunkan berat badan dan menjaganya, anda harus membakar lebih banyak kalori daripada menambah kalori dengan makan. Anda bisa melihat sendiri perbandingan dari kedua proses ini, menjaga pola makan atau makan sesuka hati lalu membakarnya dengan latihan fisik, dan memberikan anda pilihan cara mana yang akan anda tempuh untuk mengurangi berat badan. Atau anda juga dapat mengkombinasikan kedua cara tersebut.

Anda bisa mendapatkan informasi lebih dalam mengenai cara sehat untuk mengurangi asupan kalori dari artikel lain. Sekarang kita akan membicarakan cara meningkatkan metabolisme saat beristirahat dan metabolisme basal. Banyak orang mulai menjauhi makanan saat mereka mencoba menurunkan berat badan. Ini adalah pemikiran paling buruk. Tubuh anda memerlukan makanan untuk dapat berfungsi dengan baik dan efisien. Saat anda berhenti makan atau menjauhi makanan, fungsi tubuh anda mulai mengalami penurunan karena ini berarti tubuh anda berusaha melakukan penghematan makanan. Ini adalah metabolisme anda mengalami perlambatan.

Bayangkan tubuh anda sebagai tungku perapian dan metabolisme adalah pengimbang panas. Untuk dapat tetap menghasilkan panas, anda harus memberinya makan. Jika anda memberinya sejumlah kecil makanan sesuai anjuran, anda akan mendapatkan produksi panas yang baik. Jika anda memakan sejumlah kalori yang sama seperi layaknya tungku tadi, dan kemudian mengeluarkan semua kalori tersebut dengan aktifitas normal anda yang telah anda modifikasi, tubuh anda akan mulai mengharapkan makanan tersebut akan tetap diberikan dan akan ia bakar lagi seperti halnya yang telah ia lakukan. Jika anda makan 5 atau 6 kali porsi kecil makanan sehari, anda akan memperoleh langkah besar dalam peningkatan metabolisme dan anda tidak perlu latihan fisik. Anda menggunakan proses alami tubuh anda sendiri.

Kebanyakan orang berkeinginan menurunkan berat badan bisa mencapai kehidupan yang lebih sehat. Salah satu cara terbaik yang dipilih untuk menjadi sehat adalah melakukan latihan fisik. Anda tidak perlu melakukannya secara intensif untuk membuat perbedaan besar. Jika bentuk tubuh anda bagus, anda akan bisa membakar lebih banyak kalori saat beristirahat. Banyak berjalan kaki dapat membentuk tubuh anda dan meningkatkan metabolisme basal anda. Berjalan kaki inilah yang saya maksudkan salah satu bentuk modifikasi aktifitas. Jika saat ini sering berkendaraan walaupun ke tempat yang tidak jauh jaraknya, ubahlah dengan bersepeda atau jalan kaki.

Untuk mencapai tujuan menurunkan berat badan, anda harus disiplin. Anda harus mau membuat perubahan. Anda tidak bisa terus melakukan hal yang sama dan berharap akan perubahan. Tapi dengan sedikit perubahan bisa membuat sebuah perubahan besar selamanya.

Rabu, 09 Juni 2010

Ukur Dehidrasi Dengan Warna Urine

Air adalah zat gizi? Pasti ada diantara Anda yang terkejut. Ya, kan?
Tanpa air, makhluk mana di muka bumi ini yang mampu bertahan hidup?
Silahkan anda makan sebanyak yang anda suka. Tanpa air apakah makanan anda bisa bermanfaat sempurna?
Perhatikan grafik berikut:







Sebagian besar tubuh kita adalah air, kita memerlukan sangat banyak air. Terkadang kita melupakan dan tidak menyadari jika tubuh kita sedang mengalami kekurangan cairan karena ambang rasa haus kita mungkin agak tinggi, atau karena udara sejuk yang membuat kita merasa tidak haus. Jika memang rasa haus bukan satu-satunya indikator bahwa tubuh memerlukan asupan cairan, apakah ada indikator lain? Ada. Warna urine anda.
Anda bisa melihat warna urine yang anda keluarkan sebagai indikator dengan membandingkannya dengan palet warna berikut:













Kepekatan warna urine anda tidak boleh lebih dari level 4.

Apa saja peran air di dalam tubuh? Ini ilustrasinya:













Nah, rajin-rajin minum air, ya. Terutama air minum murni, tanpa rasa, tanpa warna, tanpa bau.



Diambil dari materi kuliah Gizi Kesehatan dan Penyakit di Semester IV Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak.


FILE PRESENTASI DAPAT DIUNDUH DI SINI

Kamis, 12 Februari 2009

Oxygen

Bukan masalah oksigennya tapi masalah peralatannya.
Gelas pelembab udara yang terpasang harus diperhatikan level airnya jangan sampai kebanyakan atau kurang. "Jangan sampai saya melihat pasien terpasang oksigen dengan level air di bawah level minimal, ya." Itu tuh kata direktur rumah sakit di tempat saya bertugas. Cape deh. Lah habisnya itukan sebenarnya ndak perlu terjadi teguran seperti itu. Kan semuanya udah tau. Artinya kembali lagi ke tenaga yang ada, ikhlas ndak tuh kerjanya.
Balik ke oksigen. Saya masih ndak jelas masalah kanul oksigen. Kan benda itu nyaris ndak terjangkau alat pembersih, dipakai dari satu pasien ke pasien lain. Apa ndak bakal terjadi cross infection tuh? Sharing dong tuh kanul bagusnya dirawat kayak apa.
Pemberian oksigennya efektif ndak? Lah orang nafas lewat mulut kanul dipasang di hidung, masuk dari mana oksigennya? Kalo yang kayak gini nih bagusnya dipakekan masker oksigen. Pasti tau lah. Tapi kalo ndak punya? Improvisasi tuh perlu, lihat pasien tuh lebih narik nafas dari mana, hidung atau mulut? Kalo udah tau dari mana, pasti tau lah masang oksigennya ke mana.