Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juni 2010

KELELAHAN KERJA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Kelelahan merupakan proses alami tubuh makhluk hidup yang mampu bergerak bebas dan merupakan proses yang sedapatnya dihindari oleh para pekerja karena bisa mengurangi kualitas dan konsentrasi dalam bekerja, sehingga pada akhirnya mengurangi produksi serta income perusahaan.
Kelelahan kerja tidak hanya terjadi pada para pekerja yang sebagian besar menggunakan kekuatan fisik seperti buruh bangunan atau kuli angkut, tetapi juga terjadi pada pekerja yang bekerja di belakang meja. Di dalam suatu literatur dikatakan bahwa kelelahan merupakan hal yang belum dapat dijelaskan dengan konkret bagaimana proses terjadinya, karena bahkan kuli pena pun merasakan kelelahan dalam bekerja, termasuk para pelajar juga merasakannya.

1.2. Perumusan Masalah
Dikarenakan kelelahan kerja teradi pada setiap pekerja diberbagai sektor pekerjaan, maka dirumuskan ada beberapa jenis kelelahan. Di dalam makalah yang kami susun akan kami coba membahas:
a. Jenis Kelelahan Kerja
b. Faktor Penyebab Kelelahan Kerja
c. Akibat Dari Kelelahan Kerja
d. Upaya Mengurangi / Membatasi Kejadian Kelelahan Kerja
Empat point tersebut akan kami coba kemukakan dengan sebaik yang kami bisa lakukan di dalam makalah ini, sehingga kami harapkan makalah ini dapat memberikan kontribusi yang baik sebagai referensi mengenai kelelahan kerja.

1.3. Ruang Lingkup Pembahasan dan Pembatasan
Added letter

1.4. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini pada awalnya ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Namun dalam perjalanan penyusunan makalah terjadi perubahan pada tema pembahasan, sehingga makalah ini akhirnya saya tulis dan saya dedikasikan untuk para pengunjung blog ini dengan harapan dapat menjadi referensi yang bisa menambah informasi bagi pengunjung yang membaca blog ini, terutama mahasiswa FIKES UMP.

1.5. Manfaat Penulisan
Bagi saya sebagai penulis, makalah ini bermanfaat sebagai sarana latihan penyusunan tulisan ilmiah dan tentu saja banyak ilmu yang saya peroleh dalam tahapan pencarian sumber referensi mengenai makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN

Kelelahan merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang mengirimkan pesan bahwa tubuh memerlukan istirahat untuk memulihkan diri sehingga kerusakan jaringan dapat dihindari. Walaupun kelelahan merupakan proses alami mekanisme tubuh, namun kelelahan bisa diupayakan tidak terlalu cepat terjadi sehingga diharapkan proses pekerjaan tidak terbengkalai. Kondisi kelelahan setiap individu berbeda-beda satu dan lainnya bergantung kepada tingkat tolenransi individu tersebut terhadap beban kerja yang diterima olehnya.
Secara teknis terdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot lebih mudah dimengerti karena sebab terjadinya kelelahan dan bentuk kelelahannya dapat terlihat. Namun kelelahan umum agak sulit dijelaskan dikarenakan pekerja yang mengalami ini biasanya pekerja di belakang meja, rasa lelah yang timbul biasanya berupa rasa enggan bekerja.
Kelelahan kerja oleh Grandjean (1988) diklasifikasikan menjadi 7 bagian, yaitu:
1.Kelelahan visual
2.Kelelahan tubuh secara umum
3.Kelelahan mental
4.kelelahan syaraf
5.Kelelahan akibat kerja monoton
6.Kelelahan kronis
7.Kelelahan sirkadian
Hingga saat ini terdapat 2 teori mengenai terjadinya kelelahan. Teori pertama adalah teori kimia, dimana tubuh menjadi merasa pegal, nyeri dikarenakan berkurangnya cadangan energi di dalam tubuh dan meningkatnya sisa hasil metabolisme berupa asam yang mengakibatkan otot kurang dapat difungsikan.
Teori kedua yaitu teori syaraf pusat. Teori ini menyatakan bahwa perubahan kimiawi di dalam tubuh hanyalah penunjang proses terjadinya kelelahan. Perubahan kimiawi di dalam tubuh akan dihantarkan kepada sistem syaraf pusat dan dipersepsikan oleh otak bahwa tubuh sedang mengalami kelelahan. Persepsi yang ditimbulkan otak kemudian membuat penghalang terhadap pusat motorik dan pusat sensoris sehingga mengakibatkan pergerakan menjadi lambat, lemah dan keakuratan berkurang.
Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Suma'mur, diperoleh data bahwa produktifitas pekerja, apapun pekerjaannya, menurun setelah bekerja terus menerus selama 4 jam dan didapati pada pekerja terjadinya penurunan kadar gula darah. Dengan demikian maka diperlukan istirahat selama setengah jam bagi pekerja setiap 4 jam untuk memberikan waktu bagi tubuh kembali pulih, dan makanan bergizi seimbang untuk mengisi kembali energi yang telah terpakai.
Kelelahan menurut Gilmer (1966) dan Cameron (1973) dapat ditandai dengan timbulnya gejala-gejala berupa:
1.Penurunan kesiagaan dan perhatian
2.Penurunan dan hambatan persepsi
3.Cara berpikir atau perbuatan anti sosial
4.Tidak cocok dengan lingkungan
5.Depresi, kurang tenaga, dan kehilangan inisiatif
6.Gejala umum (sakit kepala, vertigo, gangguan fungsi organ pernafasan dan kardiovaskuler, kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan, kecemasan, perubahan tingkah laku, kegelisahan, dan kesukaran tidur.
Jika kelelahan berlanjut dan tidak segera diatasi akan mengakibatkan kelelahan kronis, dimana pusat kesehatan AS memaparkan gejala-gejalanya sebagai berikut:
1.Tubuh merasakan kelelahan lebih dari 24 jam, terlebih setelah beraktifitas
2.Menjadi pelupa dan kesulitan menjaga fokus perhatian
3.Kelelahan yang tetap bertahan meski telah cukup tidur
4.Otot-otot tubuh terasa nyeri dan sakit
5.Rasa sakit tidak dibarengi dengan pembengkakan ataupun lebam
6.Mengalami sakit kepala bervariasi dalam pola, tipe dan intensitas
7.Rasa sakit pada kelenjar getah bening bagian bawah lengan atau leher
8.Sakit tenggorokan
Agar kelelahan kronis tidak terjadi maka diperlukan perlakuan pencegahan dengan melakukan pengukuran tingkat kelelahan yang sebaiknya dilakukan sebelum pekerja memulai pekerjaannya, dengan demikian si pekerja bisa diberikan cuti ataupun libur jika tingkat kelelahan pekerja tersebut telah tidak dapat ditolerir lagi. Hal ini perlu dilakukan karena terkadang ada beberapa pekerja yang memaksakan diri untuk bekerja dengan berbagai bentuk alasan. Di dalam jurnal yang ditulis oleh pusat kesehatan AS maupun penulis Stress Management for Busy People menyatakan bahwa salah satu penanganan terhadap kelelahan kronis adalah dengan berlibur, walau bagaimanapun pentingnya moment yang akan terjadi pada hari itu. Untuk pengukuran tingkat kelelahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat maupun dengan instrument berupa quisioner. Beberapa test yang digunakan dalam pengukuran tingkat kelelahan adalah grip strength,

Continued...

Sabtu, 26 Desember 2009

Makalah Nifaq

Perlu diketahui sebelumnya bahwa makalah yang saya tulis menggunakan word processor open source yaitu OpenOffice.org dan saya kompres menggunakan aplikasi 7zip
  1. Makalah Nifaq
Ralat:
Pada halaman 9, pembahasan Perbedaan Nifaq Besar dan Nifaq Kecil poin ke 2 ditulis "Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam perbuatan bukan dalam keyakinan." Seharusnya ditulis "Nifaq kecil ...."

Pertanyaan dan saran dalam diskusi:
  • Jika seorang saksi persidangan berbohong setelah disumpah karena dirinya atau keluarganya mendapatkan ancaman, bagaimana hukumnya?
  • Apabila seseorang berjanji dengan atau tanpa menyebut insya allah kemudian tidak menepati janjinya dikarenakan suatu halangan atau lupa, bagaimana hukumnya?
  • Pada halaman 10 bagian D. Ancaman Allah kepada Pelaku Nifaq. Disebutkan ada dua ancaman, yang pertama adalah pembukaan kedok pelaku nifaq, dan dera siksa saat menjelang ajal dan siksa akhirat. Pada ancaman yang kedua disebutkan sumbernya dari Al-Quran tetapi pada ancaman pertama tidak ada. Jika memang ada, tolong sumbernya disebutkan, jika tidak sebaiknya bagian tersebut diubah menjadi "Ancaman Kepada Pelaku Nifaq".
  • Saat ini Iran sedang memperkaya nuklir untuk tujuan kedamaian, yaitu PLTN. Tetapi Amerika tidak menyetujui yang diikuti oleh negara tetangga Iran yang kita tahu mayoritas Islam. Apakah negara tetangga Iran ini termasuk negara munafik atau tidak?
  • Halangan yang seperti apa yang bisa ditolerir sebagai alasan suatu janji tidak ditepati?
Jawaban:
  • Ada beberapa kebohongan yang diperbolehkan, diantaranya berbohong untuk menyenangkan hati istri, dan jika ada seorang yang akan dihukum mati sebelum status hukumnya pasti. Jika seorang saksi berada dibawah ancaman yang apabila ia jujur maka keselamatan keluarganya menjadi jaminan, maka sebaiknya saksi tersebut berbohong untuk menyelamatkan terlebih dahulu keluarganya. Ababila ancaman itu hanya menyangkut dirinya sendiri maka saksi tersebut wajib berkata benar. Jika ia mati maka ia seorang mujahid karena berkata benar, jika ia bohong maka berlaku nifaq kepadanya.
  • Halangan dan lupa adalah hal yang tidak bisa diprediksi oleh manusia. Jika ada halangan, sebaiknya memberitahu dengan menelpon kepada orang yang kita beri janji. Jika kita terlupa, secepatya meminta maaf kepada orang tersebut. Dan apabila ada keraguan memenuhi suatu permintaan dari seseorang sebaiknya jangan memberikan harapan kepada orang tersebut dengan cara-cara yang baik.
  • Tim penyusun memang tidak menemukan adanya dalil mengenai pembongkaran kedok seorang munafiq karena literatur yang penyusun peroleh tidak meyebutkannya. Mungkin ini berdasarkan atas kisah-kisah yang dibukukan. Penyusun bersedia mengganti kata-kata Ancaman Allah Kepada Pelaku Nifaq menjadi Ancaman Kepada Pelaku Nifaq.
  • Perlu kita ketahui terlebih dahulu alasan tetangga Iran, karena ini adalah nuklir yang telah menjadikan kota Chernobyl tidak dapat dihuni sampai beribu tahun kedepan. Tetangga Iran berhak menolak proyek Iran jika memang ada keraguan dihati mereka mengenai kemampuan ahli nuklir Iran. Jika ada kebocoran reaktor, maka bukan hanya Iran saja yang terkena dampaknya tetapi juga bisa meluas ke tetangga negaranya. Tetapi apabila sesungguhnya Iran mampu mengelola nuklir dengan baik sedangkan negara tetangganya itu mengetahui, tetapi karena diberikan janji keuntungan oleh negara musuh Islam untuk menjegal proyek nuklir Iran sebagai negara tandingan Amerika dalam kekuatan persenjataan, maka negara tetangga Iran tersebut telah berlaku khianat yang merupakan salah satu dari empat sifat nifaq. Dengan demikian perlu didapatkan banyak referensi sebelum bisa memutuskan apakah nifaq atau bukan.
  • Silahkan merujuk kepada pertanyaan nomor 2